1. Skala Kemandirian

Dasar Teori. Skala dikembangkan dari uraian teoritik dari Soetjiningsih (1992) yang mengemukakan bahwa kemandirian merupakan perilaku yang ditandai oleh empat aspek, yaitu:

a. Aktivitas sendiri. Aspek ini ditunjukkan dari tindakan yang dilakukan atas dorongan diri sendiri, bukan karena dorongan atau tergantung orang lain. Di samping itu, mampu mengendalikan tindakan-tindakannya sendiri dan mampu mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya.

b. Kepercayaan diri. Aspek ini mencakup rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri, penerimaan diri dan memperoleh kepuasan dari usaha yang telah dilakukan.

c. Inisiatif. Aspek ini mencakup adanya kemampuan untuk bertindak secara orisinil, kreatif, eksploratif, penuh gagasan dan mampu mengembangkan sikap kritis.

d. Tanggung jawab. Aspek ini ditunjukkan dari adanya keinginan untuk maju, adanya usaha mengejar prestasi dan tujuan secara bersungguh-sungguh, ulet, penuh ketekunan dan berani menanggung resiko atas tindakan-tindakan yang diambil.

Responden : Remaja – Dewasa

Jumlah Butir : 34

Model : Skala Likert

Properti Psikometris : Diuji dengan validitas konten, reliabilitas (alpha) sebesar 0.911 ; korelasi butir total bergerak bergerak dari 0,3061 sampai dengan 0,6142

Aspek Pengukuran : Bebas, inisiatif dan kreatif, self esteem, progresif dan ulet, Internal locus of control

Penyusun : Handoko Wijatmiko (2002)

Download Skala [PDF]

.

2. Skala Aleksitimia (Alexithymia)

Dasar Teori.  Taylor  (2000) mendiskripsikan komponen utama dari alexithymia yaitu kesulitan dalam mengidentifikasi dan membedakan antara perasaan dengan sensasi tubuh, kesulitan menggambarkan perasaannya kepada orang lain, kurang mampu berimajinasi, dan tipe kognisi yang berorientasi eksternal. Alexithymia dijelaskan oleh Taylor (1994) sebagai gangguan pada kepribadian yang ditandai dengan rendahnya kemampuan untuk mengkomunikasikan perasaan, rendahnya kemampuan dalam mengidentifikasi perasaan, dan ketidakmampuan berimajinasi dan berfantasi dengan baik. Alexithymia ini dijelaskan oleh Maxmen (1986) sebagai suatu keadaan yang meliputi penyusutan kemampuan berfantasi, ketidakmampuan membahasakan emosi yang dirasakan, dan  penderitanya mengalami kesulitan atau ketidakmampuan dalam menggambarkan apa yang dirasakannya (Kaplan & Sadock, 1995).

Responden. Dewasa

Jumlah Butir. 34 Butir

Model. Likert

Properti Psikometris. Koefisien korelasi aitem berkisar dari 0,6622 sampai dengan 0,9572 dan reliabilitas skala sebesar 0,987.

Penyusun. Harum Setiawan Wisnu Wijayakusuma (2002), mengadaptasi dari Toronto Alexithymia Scale (TAS-21) dengan menambahkan beberapa butir.

Download Skala [PDF]

.

3. Skala Etos Kerja

Dasar Teori. Dikembangkan dari teori Cherrington yang mengatakan bahwa etos kerja merupakan suatu cara pandang seseorang terhadap pekerjaannya atau dapat juga diartikan sebagai suatu nilai kerja yang positif. Lebih lanjut Cherrington menyatakan bahwa ada 3 komponen dari etos kerja, yaitu : (1) Kerja sebagai kewajiban moral dan religius bagi setiap orang untuk mengisi hidup, (2) disiplin kerja yang tinggi dan (3) adanya kebanggaan atas hasil kerjanya. Etos kerja berkaitan dengan masalah sikap mental dan pola pikir serta kebiasaan-kebiasaan yang menyertai diri seseorang.

Responden. Karyawan

Jumlah Butir. 45 butir

Model. Likert

Aspek Pengukuran. (1) Bekerja sebagai kewajiban moral. (2) Disiplin kerja yang tinggi. (3) Rasa bangga atas hasil kerja

Properti Psikometris. Korelasi butir 0,3071 sampai dengan r = 0,8195 dengan reliabilitas (alpha) sebesar 0,9508. Validitas isi.

Penyusun. Wicaksono, K. (2002). Hubungan etos kerja dengan sikap terhadap perubahan Kebijakan organisasi. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Download Skala [PDF]

.

4. Skala Sikap Terhadap Perubahan Kebijakan Organisasi

Dasar Teori. Menggunakan uraian teoritik dari Bauman (1997) yang menjelaskan tiga aspek individu yang turut berubah ketika terjadi suatu perubahan kebijakan adalah : (1)pola pikir (mind set) karyawan terhadap perubahan yang terjadi; (2)perlunya karyawan mendapatkan keahlian baru (acquire some new skill), dan (3)kondisi lingkungan kerja. Dari ketiga aspek tersebut dapat menunjukkan rentang positif-negatifnya sikap seseorang terhadap perubahan kebijakan.

Responden. Karyawan

Jumlah Butir. 44 butir

Model. Likert

Aspek Pengukuran. (1) Mind Set (pola pikir). (2) Aquire some new skill (perlunya karwayan akan keahlian baru). (3) Kondisi lingkungan kerja

Properti Psikometris.  Diujicobakan pada karyawan menghasilkan koefisien korelasi bergerak antara r = 0,3249 sampai dengan r = 0, 8867. Pengujian reliablitas dilakukan dengan menggunakan konsistensi internal yang ditunjukkan dengan reliabilitas alpha sebesar 0,9693.

Penyusun. Kusumo Wicaksono (2002)

Download Skala [PDF]

.

5. Skala Kepercayaan Diri

Dasar Teori. Kepercayaan diri adalah keyakinan individu bahwa ia mampu berperilaku seperti yang dikehendaki dan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Hal ini didasarkan pada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki sehingga tidak perlu membandingkan dengan individu lain karena ia telah cukup tahu siapa dirinya dan apa yang dibutuhkannya. Kesimpulan ini dirangkum dari paparan teoritik dari Brenneche & Amich (1978), Berzonsky (1981), Kumara (1988), Ellis (1956) dan Buss (1973).

Responden. Mahasiswa

Jumlah Butir. 35 butir

Model. Likert

Properti Psikometris. Reliabilitas alat ukur sebesar rtt = 0,9675 dengan menggunakan koefisien alpha dari Cronbach, korelasi antara skor aitem dengan skor total tes bergerak dari 0,3497 sampai dengan 0,8926. Telah diuji dengan menggunakan validitas isi, profesional judment terhadap butir-butir skala.

Aspek Pengukuran. Kemampuan Pribadi, Rasa Aman, Persepsi Diri

Penyusun. Nurul Huda (2003)

Download Skala [PDF]

.

6. Skala Kecemasan Menghadapi Masa Depan

Dasar Teori. Kecemasan dalam menghadapi masa depan adalah kecemasan yang muncul sebagai reaksi atas kehidupan di masa depan yang dirasakan mengancam. Kecemasan menghadapi masa depan digambarkan oleh keadaan kekhawatiran, ketidakpastian, ketakutan akan kegagalan, dan perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki di dalam kehidupan individu. Teori yang dipakai dalam mengembangkan alat ukur Boniecki (1977), Zaleski (1995), serta Borkovec, Metzger dan Pruzinsky (1986)

Responden. Mahasiswa

Jumlah Butir. 35 butir

Model. Likert

Properti Psikometris. Validitas diuji dengan menggunakan validitas isi. Koefisien reliabilitas dengan menggunakan reliabilitas alpha dari Cronbach sebesar 0,9511 dan korelasi antara skor aitem dengan skor total bergerak dari 0,3044 sampai dengan 0,8122.

Aspek Pengukuran.  Kekhawatiran, Ketidakpastian, Ketakutan akan kegagalan, Perubahan yang tidak sesuai keinginan

Penyusun. Nurul Huda (2003)

Download Skala [PDF]

.

7. Skala Kebermaknaan Hidup

Dasar Teori.  Kebermaknaan hidup yang satu dengan lainnya berkaitan erat dengan Kebebasan berkehendak (freedom of will) yaitu Kebebasan berkehendak adalah kebebasan yang dimiliki oleh seseorang untuk menentukan sikap dalam hidup (b) Kehendak hidup bermakna (will to meaning). Yaitu kehendak hidup bermakna adalah hasrat yang memotivasi manusia, setiap orang untuk bekerja, berkarya dan melakukan kegiatan-kegiatan penting lainnya dengan tujuan agar hidupnya menjadi berharga dan dihayati secara bermakna dan (c)Makna hidup (meaning of life). Makna hidup adalah sesuatu yang dianggap penting, benar, dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Pengertian ini disimpulkan dari paparan teoritik dari Frankl dan Crumbaugh & Maholick

Responden. Dewasa

Jumlah Butir. 34 butir

Model. Likert

Properti Psikometris. Koefisien korelasi aitem total berkisar dari 0,3264 sampai dengan 0,7896. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha sebesar 0,9187

Aspek Pengukuran.  Makna Hidup, Kebebasan berkehendak, Kepuasan hidup

Penyusun. Hendro Rumpoko

.

8. SkalaPengendalian Emosi

Dasar Teori.  Kendali emosi adalah pengaturan proses emosi yang dilakukan secara sengaja oleh individu sehingga indivdu dapat berperilaku sesuai dengan dirinya maupun lingkungannya. Menurut Afrianti (1999) kendali emosi terdiri tiga komponen yaitu: kognitif, afektif dan konatif. Ketiga komponen itu saling berkaitan. Aspek-aspek kendali emosi adalah: (a) Kendali pikiran, yaitu: pengendalian yang melibatkan pikiran dalam memberikan respon terhadap situasi yang menimbulkan emosi. (b) Kendali rasa, yaitu: pengendalian gejolak perasaan yang menyertai pengalaman emosi.(c) Kendali motorik yaitu pengendalian perilaku yang tampak, meliputi perilaku verbal dan perilaku nonverbal. (d) Kendali fisiologis, yaitu: kemampuan melegakan diri dari tekanan energi emosi yang berpengaruh terhadap pengendalian reaksi fisiologis yang menyertai suatu pengalaman emosi.

Responden. Dewasa

Jumlah Butir. 48 butir

Model. Likert dengan 6 sub-skala

Properti Psikometris. Reliabilitas dengan menggunakan koefisien alpha sebesar 0,9025

Penyusun. Amelia Julianti (2003)

Download Skala [PDF]

.

9. Skala Lainnya

Skala Social Desirability/Kepatutan Sosial [PDF]

Skala Efikasi Guru dalam Mengajar [PDF] [Paper]

Skala Kepuasan Belajar [PDF]

Skala Penyesuaian Diri di Sekolah [PDF]

Skala Kepribadian Lima Faktor (BFI-44) [PDF]

Skala Kreativitas [PDF]

Skala Kepribadian Lima Faktor (IPIP)  [PDF]

f.  Skala Kompetensi Guru  [PDF]

g. Skala Efektivitas Komunikasi  [PDF]

h. Skala Minat Berwirausaha  [PDF]

i.  Skala Pengembangan Jaringan  [PDF]

j. Skala Kepatutan Sosial  [PDF]

k. Skala Self Magement  [PDF]

l.  Sense of Competence Scale  [PDF]

m. Short Index of Self-Actualization  [PDF]

n.  Skala Self Esteem Rosenberg  [PDF]

Skala Kecakapan Hidup Psikologi [Skala] [Paper]

Harum Setiawan Wisnu Wijayakusuma
 

26 Responses to Kompilasi Skala Psikologi

  1. Shekar says:

    Kenapa nda ada blueprint-nya kak?
    ada skalanya tapi kalo nda ada blueprint-nya jadinya nda bisa dihitung kakak hasilnya.

  2. Rizka says:

    Salam kenal Pak Wahyu

    Saya saat ini sedang menyelesaikan skripsi S1 mengenai kecakapan hidup Pak, saat ini terhambat soal skala. Apa Bapak punya skala mengenai kecakapan hidup, Pak? kalau ada mohon bantuannya, Pak

    Terima kasih sebelumnya Pak

    • Wahyu Widhiarso says:

      Mohon maaf, saya tidak memilikinya. Kecakapan hidup saya ukur dari beberapa alat ukur, jadi tidak secara khusus mengukurnya

      • Rizka says:

        oke Pak, makasih responnya pak, kira-kira skala alat ukur apa aja yang cocok untuk mengukur kecakapan hidup, Pak? mohon bantuannya lagi Pak..

  3. Dear Pak Wahyu

    Apa Bapak punya kuesioner tentang makna kerja (meaning of work) yang sudah diadaptasi dalam bahasa Indonesia? Saya lihat beberapa thesis di UGM sudah ada yang pernah membuat. matur nuwun

  4. aminah says:

    assalamualaikum maaf pak wahyu, saya aminah dari fakultas psikologi gunadarma. sedang mengerjakan skripsi. untuk kebermaknaan hidup skalanya atau alat ukur tidak ada ya?

  5. Hans says:

    salam kenal pak Wahyu,
    Saya sedang dalam penyusunan skripsi mengenai etos kerja, dan saya ingin melihat alat ukur yang dipakai yang bapak cantum diatas, namun tidak bisa diunduh, apakah bapak bisa memperbaiki unduhannya, mohon bantuannya pak.
    Terima kasih

  6. dewi says:

    selamat pagi pak, saya dewi dari jurusan psikologi unnes sedang mengerjakan skripsi mengenai soft skill mahasiswa. untuk paper atau skala mengenai soft skill, apakah bapak memilikinya? terimakasih atas bantuannya.

  7. Hans says:

    salam kenal pak Wahyu,
    bisakah bapak memperbaharui link skala etos kerja?mohon bantuannya ya pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.